Jumat, 03 Februari 2012

Langkah perawatan MURAI BATU "MUDA HUTAN"

Oleh Raja Murai 
 
 
Stress pd MB MH dipengaruhi oleh banyak faktor (stressor), diantaranya kelelahan, kegaduhan/suara2 yg mengejutkan, sirkulasi udara yg tdk baik, pergantian pakan, kondisi air minum, perlakuan kasar, adanya orang tdk dikenal, suhu yg tinggi.

Kelelahan

Kelelahan setelah perjalanan jauh atau sebab2 yg lain dpt memicu stes pd MB MH.


Kegaduhan/Suara2 yg Mengejutkan

suara petasan, kembang api, musik yang keras, dll akan menyebabkan stress pd MB MH.

Sirkulasi Udara yg tdk Baik

Sirkulasi udara yg tdk baik di tempat kita menggantangkan MB MH dpt berakibat udara dlm sangkar bau amoniak & ini bisa berbahaya bagi MB MH.

Pergantian Pakan
Secara umum burung akan mengalami stress beberapa waktu ketika pergantian pakan yang dilakukan secara drastis. Selain itu kuantitas dan kualitas pakan juga sangat menentukan terjadinya stress pd MB MH.
 
Kondisi Air Minum

Kondisi air minum yg kotor atau terkontaminasi bahan lain yg berbahaya dpt memicu terjadinya stress pd MB MH.


Perlakuan kasar

Perlakuan yg kasar bisa menyebabkan MB MH anda stress. Perlakuan kasar dimaksud seperti menangkap MB MH, memukul/menendang sangkar, berjalan dgn terburu-buru saat membawa sangkar, sangkar yg jatuh, sengaja tidak memberi pakan & minum, dipaksa mandi dg sprayer, dll.
 
Adanya Orang tdk Dikenal

MB MH biasanya akan ketakutan saat melihat orang yg tdk dikenal mendekatinya.


Suhu yg Tinggi

Suhu lingkungan yg terlalu tinggi dpt menimbulkan stress panas pd MB MH (heat stress). Pd saat mengalami stress panas tingkat pernafasan meningkat, burung mengalami hyperthermia yg akan menyebabkan kasus panting (terengah-engah). Stress panas dpt menyebabkan perubahan konsumsi pakan & minum. Pd kondisi suhu lingkungan yg tinggi burung cenderung mengkonsumsi air yg banyak tapi sedikit makan.
Bila ingin berhasil dlm merawat MB MH maka tak ada salahnya kita mengenali jenis stressor pd MB MH kita & mengambil langkah yg tepat pd awal perawatan utk mengatasinya.
 
Langkah Perawatan

Langkah perawatan MB MH sebenarnya sangat sederhana, kita hanya cukup menghindari tindakan2 yg akan menambah tingkat stressnya.

1. Gantangkan MB di tempat yg tenang, tdk sering dilewati orang, jauh dari suara2 bising atau yg bisa mengejutkannya, mempunyai sirkulasi udara yg baik & tidak terlalu panas (di atas 26derajat C) sperti di bawah atap seng.

2. Pd awal tiba di rumah bisa gunakan krodong dulu selama lebih kurang 1minggu. Berikan multivitamin pd air minum & bila dirasa perlu berikan juga antibiotic utk langkah antisipasi, karena kita tdk tau kondisi kesehatan MB yg sebenarnya pd saat kita beli. Ganti air minum & bersihkan tempatnya dari endapan vitamin setiap hari.

3. Jangan terburu2 utk mengenalkan MB MH dg lingkungan yg ramai. Hasilnya bukan MB menjadi jinak tetapi kemampuan adaptasinya menjadi lambat & yg lebih parah tingkat stressnya bisa menjadi semakin tinggi.

4. Tdk perlu tergesa2 mengajari MB MH ngevoer Berikan saja pakan kesukaan dia, sperti jangkrik, kroto, belalang, UH, UB atau yg lainnya. Berikanlah makanan dg kuantitas yg cukup & kualitas yg baik (jangkrik yg sehat, kroto segar/tdk basi, dll).

5. Jika ingin menjemur MB, jemurlah sebentar pd pagi hari.

6. Kalau ada indikasi MB kutuan, tdk perlu tergesa2 utk mengobati dg obat kutu, terlebih yg disemprotkan dg air.

7. Intinya tunggulah dg sabar sampai gejala stress hilang. Indikasinya, MB MH terlihat tenang, sehat, aktif, sorot matanya bersih & syukur2 mulai ngriwik atau ngeplong.

Mengajari MB MH makan voer (Ngevoer)
Pilih voer yg sesuai utk MB & usahakan yg mudah memperolehnya di tempat kita.

1. Haluskan voer ( Tumbuk sampai hancur ) & taruh didasar cawan lalu masukan kroto pd bagian atas. lalu diaduk hingga tercampur dengan kroto tsb. bisa juga ditambahkan jangkrik dan cacing ( yg telah dipotong-potong ) dan diaduk bersama voer yang telah dihaluskan sebelumnya .

2. Coba tingkatkan porsi voer secara bertahap setiap hari.
Setelah yakin MB mau makan voer ditandai dg warna kotorannya, baru tempatkan voer & kroto pd cawan terpisah.
 
Pemilihan Sangkar
Saya biasa menggunakan sangkar yg tdk terlalu besar pd perawatan awal MB MH. Tujuannya utk memudahkan mengajari MB keluar masuk sangkar ke keramba mandi.
 
Mandi

1.Pada tahap awal masukan cepuk mandi ke dlm sangkar pd pagi hari. Letakan pd posisi cepuk tdk terkena kotoran, Semprot halus MB dg sprayer, tdk perlu basah & tinggalkan saja. Lakukan setiap hari sampai dia mau mandi sendiri dlm cepuk. Sebenarnya untuk mandi kita tdk perlu mengajari, karena MB kalau sudah didis secara naluriah akan mandi sendiri.

2.Kalau sdh terbiasa mandi dlm cepuk, coba ajarkan masuk ke dlm keramba mandi. Saya biasa meninggalkan cukup 1 tangkringan saja & memindahkannya ke depan pintu sangkar. Biasanya dg sedikit menggusah MB akan melompat masuk keramba mandi.

3.Kapan MB MH mulai boleh dimandikan? Saya biasa memulainya setelah gejala stress sudah tdk terlihat lagi & yakin MB MH sudah sehat. Ada anggapan bahwa baru boleh dimandikan setelah MB ngevoer, menurut saya tdk sepenuhnya benar. Sebab saya pernah ngerawat MB MH sampai bertahun2 belum mau ngevoer.


Penjinakan

Taruh sangkar di lantai setiap kita memberi pakan/EF. Jika MB mulai tenang mulailah kenalkan dg keramaian secara bertahap. Gantang dari jauh dulu sambil setiap beberapa hari didekatkan. Utk jinak total sebenarnya kecil sekali kemungkinannya, tetapi setidaknya MB MH dpt beradaptasi & mentoleransi keramaian.


 Jemur

Saya biasa mengeluarkan MB pagi2 sekali sebelum matahari bersinar & menggantangnya di tempat di mana apabila sinar matahari pertama memancar langsung mengenai MB. Pd tahap awal cukup jemur sebentar saja (sekitar 30 menit). Setiap beberapa hari terus ditingkatkan lama penjemurannya. Perlu diingat jgn menjemur MB sampai mangap & tampak terengah2, itu pertanda MB terkena Heat Stress.
 
Umur berapa MB MH mulai ngeplong
Tdk ada batasan pasti. Semuanya tergantung bakat MB dan pola perawatan yg tepat thd MB kita. Asal MB sehat secara fisik dan mental “Pasti Bunyi”.


Semoga Bermanfaat..

Salam MB AFO




( Copyright Hobiburung)

Perawatan MURAI BATU dari A sampai Z

Oleh  Raja  Murai 


Perawatan Murai Batu

Sebenarnya cara perawatan murai batu ini hampir sama saja dengan perawatan burung yang lainnya, yang pasti kita harus tau dulu karakter burung tersebut, mental matang, gampang galak atau justru susah fight/galak dilapangan, setelah tau barulah kita dapat mengontrol karakternya tsb melalui makanan dan extra foodingnya.

Cara perawatan yang akan saya sampaikan berikut ini khusus untuk burung-burung yang sudah bermental matang artinya tidak terlalu galak ataupun tidak terlalu loyo.

Perawatan Harian

1.Pagi sekitar jam 7.00 krodong burung di buka ditempat teduh
2. lalu berikan 5 ekor jangkrik
3. berikan 2 sendok makan kroto yg sudah dibersihkan
4. jemur 1-2 jam (tergantung kesenangannya) krn ada jg murai yg tidak mau dijemur terlalu lama, cukup 0.5 jam saja.
5. setelah selesai dianginkan 20 mnt lalu ditutup, simpan ditempat teduh dan dikelilingi burung isian
6. sore sekitar jam 3 sore buka krodong lalu mandikan
7. setelah selesai beri jangkrik kembali 5 ekor setelah itu tutup kmbali
8. gantung burung ditempat yg tenang dan jangan terlalu terang sehingga burung dapat ber istirahat dengan tnang.

Catatan : Untuk yg senang memberikan Vitamin sebaiknya cukup diberikan 2x seminggu, jangan terlalu ering memberikan vitamin, murai termasuk burng yang sensitif terhadap bau yg berlebihan...kalau terlalu sering dan terlalu banyak memberi vit, bisa2 murai jd tidak mau minum sehingga burung jd serak.
sebagai catatan tidak ada satupun murai saya yang menggunakan vitamin untuk perawatan harian kecuali jika burung sakit atau rontok bulu.

Perawatan 1 Minggu sebelum lomba

Untuk perawatan seminggu sebelum lomba yang biasa saya jalani sebagai berikut :

1. Dari senin s/d rabu burung dirawat seperti rawatan harian diatas.
2. Mulai kamis porsi jangkrik dinaikan yg tadinya 5 pg jd 8pg dan 7 sore ttl 15
sedangkan perawatan lainnya sama dengan hari biasa.
3. jum'at porsi jangkrik dinaikan menjadi 10 pagi dan 10 sore, tambah 5 ekor ulat hongkong dan perawatan lainnya sama dengan hari biasa.
4. Sabtu porsi jangkrik dinaikan lagi 15 pg, 10 sore, tambah 5 ekor ulat hongkong + kroto 2 sendok makan pg hari saja dan khusus pada hari sabtu ini burung tidak dijemur dan tidak dimandikan pada sore harinya, jadi burung dikrodong seharian ditempat yang teduh setelah diberikan kroto, jangkrik, ulat hongkong.
5. Pada hari minggu pagi burung diberi jangkrik 10 ekor, ulat hongkong 5 ekor dan kroto 2 sendok makan, burung tetap jangan dimandikan dan usahakan pada saat menunggu untuk dilombakan disimpan ditempat yang jauh dr lapangan lomba dan burung murai lainnya. sehingga diharapkan pada saat krodong dibuka dilapangan lomba burung dapat keluar nafsunya dan tenaganya masih full untuk menandingi lawan2nya.
6. Jika akan diturunkan pada babak berikutnya burung kalau bisa jangan dimandikan, beri jangkrik 5 ekor, ulat hongkong 3 ekor dan simpan ditempat yg jauh.

Ingat murai merupakan burung dengan type fighter yg tinggi, sehingga dibutuhkan kondisi yang benar-benar prima pada saat dilombakan selain mental jawaranya.

Perawatan setelah lomba

Untuk menghindari burung Murai tidak menjadi galak setelah dilombakan, usahakan pulang dari lapangan lomba murai batu dimandikan dan jangan diberikan jangkrik kembali, perawatan berikutnya dapat dikembalikan kepada cara perawatan harian sebelumnya.

Sekali lagi cara perawatan diatas adalah cara perawatan yang biasa saya gunakan sebelum lomba dan ini hanya cocok untuk burung2 yang sudah memiliki mental yg matang, jika burung Om-om kegalakan atau malah kurang bergairah bisa disesuaikan dari cara pemberian extrafoodingnya, terutama jangkrik dan ulat hongkongnya. Jika burung kegalakan jangan pernah memberi ulat hongkong sebelum lomba dan jumlah jangkrik bisa dikurangi baik harian maupun seminggu sebelum lomba. Sedangkan bila burung Om-Om kurang bergairah bisa ditambah jumlah jangkrik yg diberikan baik harian maupun satu minggu sebelum lomba, saya sarankan jumlah ulat hongkong yang diberikan jangan terlalu berlebihan karena takut menimbulkan efek samping spt rontok bulu atau kegalakan.

Efek Pemberian Doping
Dari pengalaman saya pemberian doping ini sangat saya tidak anjurkan, karena akan menimbulkan efek samping yg tidak baik berupa ketergantungan terhadap doping tersebut dan burung tidak bergairah kembali setelah selesai mabung.
Dulu ada beberapa murai batu saya yang harus didoping oleh Orong-orong (kadal kecil) tiap hari, 3 hari sebelum lomba dan diberikan minuman tonic and bitter, burung tersebut kerap berprestasi, mungkin ada yang ingat denag murai saya yg bernama Elang Sakti yg lalu ditransfer oleh Bp. Januar Dewa Ruci,burung tersebut kerap menjuarai lomba yg diikutinya selama doping tersebut diberikan secara teratur, tp pada saat setelah mabung/rontok bulu burung tersebut terlihat tidak bernafsu untuk memakan orong2 tersebut dan kondisinya tidak dapat pulih kembali seperti semula sampai kahirnya tengelam prestasinya. Kesimpulan saya efek dari doping tersebut akan terlihat pada saat burung selesai mabung, dimana kondisi burung susah sekali untuk kembali ke kondisi prima sebelum dia mabung.

Saran saya jangan pernah menggunakan doping apapun terutama orong2, kelabang dan minuman doping yg ada jika anda ingin MB anda berprestasi dalam jangka panjang[

Perawatan Pada Saat Mabung

Banyak sekali pemain murai batu, baik yang pemula maupun yang sudah top terjebak pada saat mengkondisikan MB jawaranya setelah mabung, hal ini dikarenakan karena keinginannya untuk segera melombakan kembali burung jawaranya. Ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh Om-om pada saat merawat murai waktu mabung dan jangan pernah melanggarnya.

a. Pada saat mau Mabung.
1. Rawatlah murai anda yg sedang mabung dengan baik dan selalu bersihkan kandangnya tiap hari.
2. Jika awal burung mau mabung coba kurangi porsi jangkriknya dr 5 menjadi 2 pg dan sore sedangkan porsi krotonya tambah menjadi 3 sendok makan/hari. Selama mulai rontok bulu burung tidak perlu dijemur.
3. kurangi waktu mandinya dr tiap hari menjadi 2-3 hari sekali, tp kandang tetap dibersihkan tiap hari.
4. rubah waktu madinya menjadi antara jam 12-jam 1 siang, setelah mandi langsung krodong dalam kondisi bulu basah dan jangan diangin2.
5. Beri larutan Growvit di air minumnya sekucupnya(jangan terlalu banyak cukup seujung pentul korek api untuk tiap cangkir minum burung), 2 hari sekali, baik untuk mempercepat perontokan dan pertumbuhan bulu
Jauhkan dari burung murai lain kalau bisa cukup 1 burung MB 1 rumah

b. Perawatan Pada Saat Tumbuh bulu
1. Pada saat semua bulu, baik kepala, badan, sayap maupun ekor sudah jatuh maka kembalikan porsi rawatan kepada porsi rawatan harian seperti biasa baik makanan maupun pola mandinya. Ingat jangan pernah menjemur burung yg sedang tumbuh bulu sampai semua bulunya terutama ekor dan sayap selesai masa pertumbuhannya (full) karena ini akan menghentikan pertumbuhan bulu terutama ekor dan membuat bulu akan cepat tua.
2. Selama pertumbuhan bulu berikan Growvit pd minumannya dg komposisi diatas 2 hari sekali dan campur air madi dg obat mandi yg ada di pasaran.
3. Burung harus trus dikrodong setelah diberikan makanan dan dibersihkan kandangnya baik sebelum atau setelah mandi ditempat yang teduh dan berikan burung isian disekelilingnya.
4. Setelah bulu ekor dan sayap tumbuh maksimal mulailah dilakukan secara bertahap :.
minggu ke 1 dijemur selama 1/2 jam
minggu ke 2 dijemur selama 3/4 jam
minggu ke 3 dan ke 4 selama 1 jam
minggu ke 5 dan ke 6 selama 1.5 jam
minggu ke 7 dan ke 8 selama 2 jam

Ingat dan jangan pernah melanggar atau anda akan menyesal :
Jangan pernah mengadukan MB jawara Om-om sebelum 2 bulan penjemuran minimal, saya jamin kalau MB anda Jawara dan anda adu sebelum 2 bulan pasti burung anda akan juara, tp pd minggu-minggu berikutnya MB anda kan galak dan makin susah untuk mencapai performa seperti sebelum mabung, sampai burung tersebut mabung kembali. Hal ini sudah terbukti dan dirasakan oleh pemain2 murai Top yang saya kenal, mereka selalu terjebak oleh keinginan untuk segera melombakan burung MB jawaranya karena masalah gengsi.

Setelah selesai penjemuran selama 2 bulan cobalah MB anda dilatihan kecil terlebih dahulu antara 15-20 burung agar burung anda tidajk terlalu kaget, dan biasakanlah melombakan burung anda 2 minggu sekali agar burung MB anda dapat selalu tampil prima.

Semoga tips ini dapat cocok dengan MB om-om semua, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.


Semoga Bermanfaat !

( Copyright Dadang KM)

Tips me-MABUNGKAN burung untuk burung yang memiliki kendala susah mabung



Tips mabung total utk segala jenis burung


Salam KM buat semuanya....

Maaf Om semuanya ..sekedar mau sharing aja tentang Trik membuat burung yg susah mabung agar BISA mabung secara total/ambrol & sehat pula..Mengingat seringkali banyak kita jumpai kendala susah mabung ataupun mabung namun tidak total.Dan sebagaimana kita tahu, bila seekor burung ga bisa mabung secara total, umumnya nanti pasca mabung, kebanyakan susah pula mencapai performa terbaiknya.

Adapun cara yg sy gunakan ini, sudah sy praktekkan sejak hampir 2thn yg lalu.Lalu setelah banyak terbukti pd burung2 yg dirumah.Baru sy beranikan diri utk menawarkan solusi ini bila ada kawan yg mempunyai kendala yg sama.

Caranya mudah , cukup campurkan SUSU BUBUK ( putih ) merk apa sj scukupnya ke dlm Voor/kroto pada burung yg akan diambrolkan, selama 2-3 hari atau sampai bener2 bisa kita pastikan bahwa burung tsb sdh mulai rutin ambrolnya ( biasanya maksimal 5-7hr sdh ambrol ).Bila sdh dominan ambrolnya, hentikan asupan SUSUnya.Hal ini baru bisa saya rekomendasikan ( krn uda dicoba ) utk burung yg punya kendala pada Rusak bulu/nyerit-susah ambrol-Ciak/patuk bulu.Jujur, sy belum pernah nyoba utk burung yg bulunya kondisi UTUH..

Adapun burung yg sdh sy jadikan obyeknya : MB-Kacer-TL & AM.Dan biasanya tumbuhnya bulu pasca MABUNG TOTAL ini, akan lbh awet masanya krn bulu tampak "Lebih Muda" bila dibandingkan dgn bulu pada burung yg mabung alami ( dalam sangkar ).Bahkan pada burung tertentu, warna bulunya akan lebih mengkilat spt pada MB & Kacer.

NB :
# utk burung jenis LB bisa dioleskan pada Jagung bonggol.
# Burung pd masa ini, sebaiknya selalu dlm keadaan berkerodong

selamat mencoba..



(Copyright Kicaumania.org)

PROBLEM UTAMA PADA BURUNG MURAI BATU

Oleh:  Raja Murai dan Rossi Yusuf 


WAJIB DIBACA UNTUK PARA MB MANIA !


PROBLEM UTAMA BURUNG MURAI BATU
1. Ngebatman, mbalon ketika diadu.
2. Ekor patah dan tidak tumbuh.
3. Mabung tidak tuntas.
4. Gampang mabung/rontok.
5. Nyekukruk tidak semangat
6. Tidak mau nagen atau nampil di lomba.
7. Turun tangkringan dan gelisah.

1. Ngebatman atau mbalon ketika diadu:
    Pertanda burung drop secara mental. Pemulihan perlu waktu lama dengan cara dikarantina dan bebas dari suara murai batu lain. Lama karantina kadang perlu sampai masa datangnya mabung lagi. Namun bisa saja lebih cepat dengan cara berikan jangkrik sebanyak burungnya mau. Bisa bahkan sampai 10 ekor kalau masih mau diberikan saja. Untuk obat-obatan tidak perlu, tetapi bisa diberikan vitamin untuk terapi multivitamin dan mineral standar.

2. Ekor patah dan tidak tumbuh
    Pastikan bahwa bulu patahan di bagian yang menancap di pantat dicabut secara perlahan dan bisa keluar sampai ke batang bawah. Jika pori-pori tertutup, usap-usap dengan air hangat dan coba bagian itu dibuka dengan bantuan jarum yang disterilkan (dibakar atau diusap alkohol). Bersihkan dengan air hangat, keringkan. Untuk mempercepat tumbuh bulu, berikan terapi dengan BirdMolt. ( bisa dibeli di om duto bird vit ) atau hunting ke pasar khusus burung didaerah tempat tinggal anda .

3. Mabung tidak tuntas:
    Pertumbuhan bulu baru lambat sehingga tidak bisa mendesak bulu lama. Burung perlu energi tinggi untuk mabung, tetapi bukan dalam bentuk karbohidrat. Penambahan pakan masa mabung yang hanya berupa karbohidrat, hanya membuat burung gemuk tetapi bulu tidak juga tumbuh. Untuk masa pertumbuhan bulu ini diperlukan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Sumber mentionin dan sistin bisa diperoleh pada BirdVit dan BirdMolt.( bisa dibeli di om duto bird vit ) atau hunting ke pasar khusus burung didaerah tempat tinggal anda .

4. Gampang mabung/rontok:
     Penyebabnya antara lain (1) Makanan mengandung lemak dan/atau kalori tinggi sehingga membuka pori-pori kulit; (2) Bulu belum kuat sudah banyak diadu/ditrek; (3) Selama masa mabung tidak mendapat asupan nutrisi yang baik, terutama mineral. Untuk masalah asupan mineral, bisa gunakan Bird Mineral selama masa mabung atau pasca mabung (ketika mulai terlihat tanda rontok padahal baru saja tuntas mabung). (vitamin bisa dibeli di om duto bird vit ) atau hunting ke pasar khusus burung didaerah tempat tinggal anda .

5. Nyekukruk tidak semangat,
     Biasanya dikarenakan cacingan. Atasi dengan AscariStop.( obat bisa dibeli di om duto bird vit ) atau hunting ke pasar khusus burung didaerah tempat tinggal anda .

6. Tidak mau nagen atau nampil di lomba:
     Penyebabnya adakah adanya gangguan parasit, terutama air sac mite, yakni tungau kantung udara yang kasat mata. Burung sepertinya tidak kutuan, tetapi sesungguhnya membawa tungau di kantung udaranya. Hal ini menyebabkan burung selalu gelisah dan tidak bisa nampil maksimal di arena lomba. Bisa diatasi dengan penyemnprotan Fresh Aves dibarengi pengolesan BirdFresh. ( obat bisa dibeli di om duto bird vit ) atau hunting ke pasar khusus burung didaerah tempat tinggal anda .

Tidak nagen bisa juga karena kekurangan tenaga. Coba berikan BirdPower sebelum ditampilkan di latbenaran atau lomba. ( obat bisa dibeli di om duto bird vit ) atau hunting ke pasar khusus burung didaerah tempat tinggal anda .

7. Turun tangkringan dan gelisah: Biasanya disebabkan burung masih terlalu muda dan bisa juga burung tidak fit. Pastikan rawatan harian yang bagus dan bisa gunakan produk rawatan harian vitamin khusus murai.

Semoga bermanfaat ..

Salam MB AFO

( Copyright omkicau )

KARAKTER MB BERASAL DAERAH TANGKAPANNYA

Oleh : Raja Murai
 
MB berdasarkan Daerah Tangkapan

1. Muray Batu Kawasan pesisir, memiliki postur yang agak ramping dan ekor sedang namun sebagian besar tidak memiliki ekor putih, suaranya isian alam agak kurang karena medan tempurnya pesisir. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan MB ini disenangi di BNA dan sekitarnya…, salah satunya adalah MB ini biasanya dari pegunungan yg langsung berhadapan dengan laut (tebing2 di kawasan pesisir ) dengan tingkat persaingan yg sangat keras dengan predator dan sumber pakan yg terbatas ( sehingga tidak rewel dengan makanan ), secara alamiah memiliki temperamen & mental yang sangat bagus…mungkin ini yg menyebabkan lebih mudah beradaptasi dengan manusia & lebih cepat bunyi…( selain itu mungkin juga perawatannya yg baik )Biasanya MB yang berasal dari kawasan pesisir tidak terlalu besar, dan bulu dada yg kurang tebal, tetapi memiliki fisik yang lebih lincah dan kuat dengan vol. yg diatas rata2. (kemungkinan dialamnya sering terbang nentang angin, dan naik turun dari tebing terjal ) dipinggiran laut…

2. Murai Batu kawasan pegunungan lebat, memiliki postur rata-rata jumbo dan ekor bervariasi, namun MB dari kawasan ini terkenal galak dan ganas, isian alam MB daerah ini luar biasa apalagi kalau bisa mendapatkan yang muda hutan untuk dimaster. Isian alam MB kawasan hutan lebat biasanya hampir semua suara yang ada dihutan tsb (suara burung-burung hutan, jangkrik hutan, siamang, monyet dan suara-suara aneh lainnya dipadukan dengan tembakan-tembakan/besutan kasar dan tajam). Kalau yang dikawasan air terjun suara isian alamnya ya itu tadi mendesir dan menderu dan dipadukan dengan suara alam sekitar air terjun tsb, biasanya sebelum bunyi ada intronya dulu. Namun dengan kondisi sekarang ini dengan maraknya penebangan hutan secara liar serta perburuan yang merajalela. Banyak MB yang bermigrasi dari wilayah yang satu ke wilayah lainnya, maka tidak bisa kita mengatakan kalau MB yang ekor hitam hanya ada disatu wilayah saja. Kelebihan MB dari daerah ini yaitu tadi ……banyak isian alamnya..Kekurangannya sedikit liar karena jarang berjumpa dengan manusia dan agak susah makan makanan instan (voer) .Ciri fisik biasanya MB dari daerah ini bodynya besar2,karena tersedianya makanan yg melimpah dan air serta lingkungan/habitat tempat tinggal.tetapi ada juga yang posturnya kecil juga..sama halnya dengan kita-kan.

3. Muray Batu kawasan air terjun/ngarai, memiliki karakter yang tenang dan pandangan yang teduh, memiliki suara alam yang khas (menderu dan mendesir), posturnya rata-rata ramping dan warna bulunya agak pudar/tidak mengkilap.

Pada Akhirnya , selera kita jua pada akhirnya yang menentukan ingin merawat mb yang berasal dari teritori mana. apapun bentuk dan kelebihan mb yang kita miliki , tentu kita harus tetap bersyukur , bahwa Indonesia sangat kaya akan kekayaan hewaninya ! semoga bermanfaat ..

( Copyright kicaumania.org)

Perjalanan Panjang si Murai Batu

Oleh : Raja Murai 
 
Semoga berguna untuk rekan-rekan yang akan memulai menangkar Murai Batu

1. Setelah terjadi perkawinan dan pembuahan, maka dalam waktu 4 s.d 6 hari kemudian Induk Murai Batu akan bertelur, rata rata telur yang dihasilkan antara 2 s.d 4 butir, Induk betina akan bertelur setiap hari sekali, atau bisa juga setiap 2 hari sekali,
telur berwarna kecoklatan dengan totol totol kehitaman atau ada juga yag kebiruan dengan totol totol kehitaman

2. Masa inkubasi telur atau masa pengeraman telur oleh induk betina adalah 14 hari tepatnya, namun beberapa masa inkubasi memakan waktu antara 12 sampai dengan 16 hari, apalabila inukbasi memakan waktu lebih dari itu, kemungkinan besar telur tidak menetas. telur dierami oleh induk betina. sesekali induk akan turun untuk makan dan mandi, dalam hal ini, mandi sangat penting bagi telur itu sendiri, selain untuk menjaga suhu dan temperatur telur, juga untuk elunakkan cangkang teklur agar opiyik bisa dengan mudah memcah telur saat menetas, dan pada saat itu, induk betina juga membantu dalam proses penetasan. dengan membantu mematuk cangkang telur.

3. Telur yang sudah menetas , ditandai dengan ada sedikit guratan merah atau urat darah pada cangkang telur, bisa juga ada seperti berak kapur yang tersisa seperti pada gambar di sebelahnya, apabila menemukan cangkang tersebut di dasar kandang, maka bisa dipastikan telur telah menetas.

4. Hari Pertama menetas, piyik sangat rentan, pada masa ini induk betina akan full mengerami anaknya tersebut, sesekali turun ke bawah untuk memabwakan makanan untuk dilolohkan, makanan bisa berupa kroto, ulat, jangkrik dll sebisa mungkin disiapkan semuanya agar induk bisa bebas memilih makanan untuk anaknya. tidak jarang induk jantan ikut menyuapi betinanya dan juga piyiknya. pada masa ini sebisa mungkin makanan jangan sampai terlambat, fatal akibatnya, induk bsia membuang anaknya apabila stok makanan sampai kosong.

5. Usia 3 s.d 4 hari sudah mulai terlihat perubahan, selain tubuhnya yang sudah beberapa kali dari saat pertama menetas, sudah nampak bulu bulu jarum yang mulai muncul, namun bukan berarti masa rawan sudah lewat, induk betina masih tetap mengeraminya karena tubuhnya masih belum tertutup oleh bulu, sehingga belum bisa menjaga kehangatan tubuhnya sendiri, pada masa ini ( 4 hari) induk sudah mulai mengubah pakan untuk anaknya, apabila saat pertama menetas meloloh anaknya dengan kroto, pada masa ini sudah mulai berubah dengan pakan yang lebih besar, bisa jangkrik atau ulat hongong, atau juga cacing.

6. Usia 7 s.d 9 hari tubub piyik sudah mulai tertutup oleh bulu, namun masih belum sempurna, banyak bulu jarum yang masih belum pecah, pada masa ini anakan sudah mengeluarkan suara berupa cicitan saat lapar
saat ini anakan sudah mulai mebuka matanya meski masih belum sempurna, perlahan dia sudah mulai menganal induknya, pada saat ini induk betina sudah tidak lagi mengerami anaknya, induk sudah tidur di luar sarang pada saat malam, jika jantan bagus dan pandai, akan ikut meloloh anaknya, dengan demikian pertumbuhan piyik akan lebih cepat berkembang.
saat ini adalah saat yang baik apabila kita ingin agar piyik kita loloh sendiri.

7. Usia 9 s.d 10 hari, saat ini bulu piyik sudah merata dan juga bulu jarum sudah tidak nampak, mata sudah terbuka sempurna, namun piyik masih belum bisa untuk terbang dan pada masa ini piyik masih menunggu 1 s.d 2 hari kemudian agar bisa mulai petualnagnnya yang pertama dengan terbang keluar dari sarang.
pada saat ini induk sudah mulai aktif untuk meloloh anaknya, karena saat ini, makin banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh piyik.Namun saat ini tidak menutup kemungkinan Induk juga sudah mulai kembali bercumbu dan kawin.
Piyik pada masa ini masih bisa kita angkat dan kita loloh, namun memiliki resiko, karena piyik sudah membuka mata dengan sempurna, maka dia sudah mengetahui siapa induknya sebenarnya, resikonya adalah piyik tidak mau di loloh, namun tidak berarti ga ada jalan, usahakan jika ingin pengambil piyik pada usia saat ini, dilakukan pada sore hari menjelang malam, dan usahakan langsung dikerodong dengan rapat, besok bagi diharapkan piyik sudah dalam keadaan lapar dan akan mau kita loloh.

8. Usia 15 s.d 18 hari, Piyik sudah mulai lebih aktif bergerak, sudah mulai menampakkan bekatnya meski masih samar samar,pada usia ini piyik tidak hanya nyicitm namun terkadang sudah mulai terdengar ngeriwik halus ( untuk piyik di penangkaran saya). pada masa ini piyik sudah mulai mematuk makanan atau fooding yang ada, meski belum bisa menelan, intensitas ngeloloh kita menjadi sangat pentuing pada masa ini karena piyik sedang dalam masa pertumbuhan.

9. Usia 20 hari, pada usia ini Piyik sudah mulai belajar makan dan mampu untuk emnelan, namun konsekuensinya, tidak sedikit piyik yang menjadi nafsi du lolohnya menjadi berkurang, usia 3 minggu sampai dengan 1 bulan adalah masa masa yang rawan, karena perubahan pola makan dari diloloh menjadi bisa makan sendiri.
pada usia ini piyik lebih atraktif, sudah bisa ngeplay dan kadang sudah merespon suara dari murai batu atau burung yang lain.

10. Umur 35 hari, pada usia ini Piyik sudah mandiri, sudah bisa terbang, makan sendiri dan bahkan sudah mau mandi di keramba. dari segi fisiologi, piyik sudah tumbuh dengan sempurna, bulu trotol sudah tumbuh penuh dan kering. piyik sudah nampak lebih gagah dari sebelumnya pada usia ini piyik sudah ngeriwik kasar dan bahkan tidak jarang sudah ngeplong. baik pada masa ini sudah mulai di tempel dengan burung burung master agar piyik lebih cepat merekamnya. Untuk lebih memaksimalkan potensinya, lebih nbaik piyik di pisah dan di sendirikan dalam sebuah sangkar soliter, tidak dicampur dengan piyik yang lain.

11. Usia 5 bulan. Menginjak usia 4 bulan, bulu trotol sedikit demi sedikit mulai rontok digantikan dengan bulu dewasa. pada saat ini nampak murai batu seperti sudah dewasa, bulu sudah mengkilat adn juga sudah nampak jelas perbedaan antara jantan dan betina. Saat ini adalah saat yang tepat untuk melatih Murai batu tersebut, bisa mulai dikenalkan ke tempat latihan untuk melatih mental dan juga mulai di setting foodingnya, agar pada saatnya nanti MB siap untuk di konteskan, Untuk Murai Batu rumahan juga bagus, karena lebih mudah merawatnya dan karena tipikal burung ini yang mudah berkicau, jadi ga perlu khawatir jika burung akan macet, terutama dari hasil penangkaran, karena selain jinak, juga lebih cepat berkicau, jadi sangat cocok untk klangenan dirumah.

12. Umur diatas 1 tahun bagi murai batu tangakarn sudah sangat spektakuler, karena pada masa ini Murai sudah menampakkan karakter sejatinya, dengan kualitas yang bagus seekor Murai sudah berani mewalan Murai dewasa lainnay bahkan yang lebih tua, untuk kualitas suara serta isian juga tidak kalah dengan Murai Hutan....
karakter inilah yang membuat sebagian penghobi tidak sabar untuk segera menurunkan murai di kancah kompetisi, hal tersebut sah sah saja, namun juga masih perlu dipertimbangkan, kecuali memang Murai sudah benar benar siap untuk diturunkan dalam sebuah perlombaan Untuk penghobi rumahan, pada umur seperti ini akan sangat mennangkan bagi mereka, karena dengan suara yang variatif, dan saat digoda dengan teuk tangan atau kain burungnya sudah mau fight dan bersuara merdu, penantian selama merawat dari mual trotol umur satu bulan serasa terbayar impas dengan performa yang sangat memikat.

Semoga bermanfaat ..

Salam MB AFO

( Copyright http://amiexs.blogspot.com )

TATA TERTIB POSTINGAN DI MB AFO

Oleh Prince Ofshama · 
 

Untuk rekan2 di forum MB AFO.. saya himbau agar tidak ada kesalahpahaman.. untuk postingan di forum ini diharapkan yg berhubungan dengan murai batu karena kita disini untuk sharing ilmu dan pengalaman berbagi antar saudara dan untuk jam malam ( ronda ) untuk menghilangkan penat ( obrolan ringan ) silahkan bilamana ada yg mempostingkan canda tawa di forum ( tidak berbau SARA ) diluar dari itu atau yang tidak berhubungan dengan Murai Batu akan dihapus tanpa pemberitahuan..


ttd : Admin.

..........Salam MB AFO......