Jumat, 03 Februari 2012

STRES PADA MB

STRES & Resep Rahasia  
BY OM @ BUDHY VANTORO

MB yg mengalami stres selalu tampak gelisah dan ketakutan Nafsu makan berkurang Peyebab stres pada umumnya adalah kodisi lingkungan yg terlalu ramai sering terkena angin lasung danpemberian pakan yg kurang baik pecegahan stres dapat dilakukan dng cara mengkaratina MB yg stres untuk sementara waktu di jauhkan dr keramaian serta burung lain MB dikasih minuman yg di campur dng obat anti stres diberimakann yg megadxung gizi Tinggi (kroto dan jangkrik).

Resep Rahasia jaman dulu
Ada resep rahasia untuk MB yg kalah mental ataupun kurang TARUNG " gantang burung di kamar mandi ( awas tikus ). full krodong ya. hidupkan kran dikiiiit saja seperti air netes jarang2. malam bisa dimaster elektronik suara siamang dan cililin. burung tidak usah dijemur dulu cukup dianginkan dg buka krodong. treatmen ini biasa dilakukan oleh pelomba jaman dulu ( Rahasia simbah ) selama sebulan".
suara air netes didalam kamar mandi ( rodo ngumandang ) adalah therapy alami yang menenangkan burung ( brainwash therapy smart mastering mungkin ide dr sini ).

Semoga bermanfaat


Salam MB AFO

Berak Kapur pada MURAI BATU dan Burung Lainnya

Oleh Raja Murai 
 
 
Mengatasi Berak Kapur Pada Burung MURAI BATU & BURUNG LAIN

Gejala :
Penyakit ini biasanya sering terjadi pada burung dan akan terlihat kotoran burung seperti encer serta berwarna putih dan dubur burung akan terlihat basah, serta aktivitas pada burung akan lesu dan bulu terlihat kusam tidak fresh, sayap turun atau terkulai bisa juga akan nafsu makannya menjadi berkurang dan burung terlihat mengantuk serta bulu seperti merinding.

Pencegahan:
Harus bisa dan wajib menjaga kebersihan kandang burung, dan juga tempat makan dan tempat minum burung harus bersih serta sangkar sekali-kali kalo bisa disemprot dengan disinfektan, kemudian pisahkan burung tersebut agar tidak menulari burung yang lainnya.

Pengobatannya:
Coba Vitatetrachlor dan dicampur dengan air minum, dosis sesuai dosis yang berlaku, juga bisa di obati dengan Sulfamix yang diberikan secara oral ( melalui mulut burung ).

atau

Masukkan StopSnot 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 7 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung dengan burung dirawat di dalam sangkar karantina dengan dipasangi lampu sebagai penghangat.

Note : StopSnot bisa dibeli di om Duto BirdVit II ( Add melalui fb ) atau kunjungi website omkicau.com

Semoga Bermanfaat ..

( Copyright Hobiburung)

Mengatasi KRAM pada kaki burung MURAI BATU

Oleh Raja Murai 

Mungkin ini adalah hal yang jarang terjadi atau mungkin bisa juga jarang kita memperhatikannya pada burung kesayangan kita, yaitu terjadinya kram pada kaki burung murai ataupun pada kaki burung ocehan/kicau lainnya.

Berikut ini saya ambil artikel dari Bpk. Anang Dewanto dan Maloedyn Sitanggang dalam bukunya yang berjudul “ Merawat dan Melatih Burung Kicauan “.

Kram pada kaki burung biasanya jika kita perhatikan akan tampak jelas terlihat ketika burung terbang dan hinggap di tangkringan atau di tenggeran, kakinya tampak kesulitan untuk mencengkram tenggeran dan seperti akan jatuh, padahal jika berdiri diam ditenggeran kaki burung tampak terlihat normal.

Kondisi ini mungkin bisa saja disebabkan karena kaki burung murai ini / burung ocehan terselip jeruji atau alas sangkar, terkilir atau bisa juga penyebab lainnya, berikut ini salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi kram pada kaki burung murai dan burung ocehan lainnya:
1. Berikan makanan yang segar ( fresh ), dan ganti voer 3 hari sekali dan tingkatkan porsi pemberian kroto segar serta jangkrik.

2. Semprotkan kaki burung dengan air hangat yang telah dicampurkan dengan gram.
3. Lakukan penjemuran burung dibawah sinar matahari yang cukup, jangan terlalu lama.
4. Atau bisa juga urutkan kaki burung dengan minyak buah pala.
Itulah tips yang bisa saya bagikan kepada para pecinta burung berkicau, kiranya dapat bermanfaat untuk semuanya.

Salam ..MB AFO.

Berak Kapur pada MURAI BATU dan Burung Lainnya

Oleh Raja Murai 
 
Mengatasi Berak Kapur Pada Burung MURAI BATU & BURUNG LAIN

Gejala :
Penyakit ini biasanya sering terjadi pada burung dan akan terlihat kotoran burung seperti encer serta berwarna putih dan dubur burung akan terlihat basah, serta aktivitas pada burung akan lesu dan bulu terlihat kusam tidak fresh, sayap turun atau terkulai bisa juga akan nafsu makannya menjadi berkurang dan burung terlihat mengantuk serta bulu seperti merinding.

Pencegahan:
Harus bisa dan wajib menjaga kebersihan kandang burung, dan juga tempat makan dan tempat minum burung harus bersih serta sangkar sekali-kali kalo bisa disemprot dengan disinfektan, kemudian pisahkan burung tersebut agar tidak menulari burung yang lainnya.

Pengobatannya:
Coba Vitatetrachlor dan dicampur dengan air minum, dosis sesuai dosis yang berlaku, juga bisa di obati dengan Sulfamix yang diberikan secara oral ( melalui mulut burung ).

atau

Masukkan StopSnot 5 tetes larutan ke dalam 30-50 ml (hampir setara dengan satu wadah air minum untuk burung ukuran tanggung) atau langsung masukkan 2-3 tetes ke paruh burung. Beriikan ke burung selama 7 hari atau sesuai keperluan/ kondisi burung dengan burung dirawat di dalam sangkar karantina dengan dipasangi lampu sebagai penghangat.

Note : StopSnot bisa dibeli di om Duto BirdVit II ( Add melalui fb ) atau kunjungi website omkicau.com


Semoga Bermanfaat ..

( Copyright Hobiburung)

Mengatasi KRAM pada kaki burung MURAI BATU

Oleh Raja Murai 
 
 
Mungkin ini adalah hal yang jarang terjadi atau mungkin bisa juga jarang kita memperhatikannya pada burung kesayangan kita, yaitu terjadinya kram pada kaki burung murai ataupun pada kaki burung ocehan/kicau lainnya.

Berikut ini saya ambil artikel dari Bpk. Anang Dewanto dan Maloedyn Sitanggang dalam bukunya yang berjudul Merawat dan Melatih Burung Kicauan “.

Kram pada kaki burung biasanya jika kita perhatikan akan tampak jelas terlihat ketika burung terbang dan hinggap di tangkringan atau di tenggeran, kakinya tampak kesulitan untuk mencengkram tenggeran dan seperti akan jatuh, padahal jika berdiri diam ditenggeran kaki burung tampak terlihat normal.

Kondisi ini mungkin bisa saja disebabkan karena kaki burung murai ini / burung ocehan terselip jeruji atau alas sangkar, terkilir atau bisa juga penyebab lainnya, berikut ini salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi kram pada kaki burung murai dan burung ocehan lainnya:

1. Berikan makanan yang segar ( fresh ), dan ganti voer 3 hari sekali dan tingkatkan porsi pemberian kroto segar serta jangkrik.

2. Semprotkan kaki burung dengan air hangat yang telah dicampurkan dengan gram.
3. Lakukan penjemuran burung dibawah sinar matahari yang cukup, jangan terlalu lama.
4. Atau bisa juga urutkan kaki burung dengan minyak buah pala.
Itulah tips yang bisa saya bagikan kepada para pecinta burung berkicau, kiranya dapat bermanfaat untuk semuanya.

Salam MB AFO

Mengatasi SUARA SERAK pada burung MURAI BATU

 
Hampir semua burung pasti bisa mengalami serak pada tenggorokannya sehingga kicauannya tidak nyaring dan tidak merdu, bahkan mungkin suaranya menjadi jelek, yang jelas saya juga tidak mengetahui secara pasti apa faktor penyebabnya, tapi jangan khawatir berikut ini ada beberapa hal langkah dalam mengatasi suara serak pada burung anda khususnya pada burung Murai batu atau Murai Medan, yang mungkin bisa bermanfaat untuk burung-burung kesayangan anda.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi suara serak pada burung ( Murai ) diantaranya yaitu:
  
1. Hindari penjemuran burung diatas jam 10 siang, apalagi pada 1 – 2 siang, mungkin ada juga yang mengatakan bahwa untuk burung-burung fighter haruslah kuat dalam penjemuran agar fisiknya stabil atau kuat dalam bertempur ( sah-sah saja, itu tergantung kebiasaan dalam merawat burung ), karena menurut saya sinar matahari di atas jam 10 siang sudah tidak lagi menyehatkan, justru sinar matahari akan lebih bagus dan bermanfaat bagi pertumbuhan fisik dan tulang serta bulu untuk burung sekitar jam 7 hingga jam 10 siang, karena itu hindari penjemuran diatas jam 10 siang.

2. Kurangi aktifitas atau intensitas burung dalam berkicau ( kasihan dalam keadaan serak burung terus berkicau, hehehh ), caranya krodong yang rapat dan jauhkan dari burung-burung ocehan lainnya yang dapat memancing sifat bertarung pada Murai tersebut, atau ungsikan burung tersebut ketempat yang sepi tidak ada suara kicauan burung lainnya, tujuannya dengan maksud agar burung akan benar-benar istirahat tenggorokannya atau pita suaranya.

3. Jika burung ( Murai ) anda terbiasa dengan makan voer, coba untuk sementara dihentikan dahulu agar si burung tidak memakan makanan yang menurut saya agak keras, gantilah dengan kroto Full pagi dan sore.

4. Untuk minumannya, berikan air minum yang bermineral tinggi, seperti air minum dalam kemasan, atau bisa juga dengan memberikan obat dalam bentuk air minum khusus burung.

5. Berikanlah Madu setiap 2 hari sekali, caranya yaitu olesi jangkrik dan kroto dengan madu  secukupnya jangan berlebihan.

6. Dalam memberikan pakan kepada Burung ( Murai ) perhatikan kebersihannya hususnya dalam pemberian jangkrik, buang kaki jangkrik yang depan dan yang belakang, dan yang lebih penting lagi adalah terutama pada sayap jangkrik yang baru mulai tumbuh/keluar berwarna putih, sebab sayap jangkrik inilah yang sangat riskan bisa menyebabkan serak pada suara burung.

7. Jangan diberikan ulat hongkong dahulu meskipun ulat hongkong tersebut masih berwarna putih, karena biar bagaimanapun juga ulat hongkong akan sangat berpengaruh pada suhu burung, berilah cacing ( jika mau diberi cacing ) karena sebenarnya cacing adalah extra fooding yang sangat terbaik dalam mengatasi serak pada suara burung.

8. Jika sudah pulih kembali , kembalikan perawatan burung tersebut pada perawatan semula.

9. Dan jika bisa ajarkan burung memakan buah-buahan segar, karena buah sangat penting dalam menetralisasikan kandungan protein yang sangat berlebihan terutama pasca burung tersebut dilombakan.


Mudah-mudah bisa menjadi manfaat tips ini bagi seluruh pehobi burung  Kicau Mania di seluruh Indonesia.

Semoga Bermanfaat

( Copyright Hobikicauan)

Pola Perawatan Murai Batu pada masa MABUNG

Oleh Raja Murai 

 
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu.

Dampak dari ini adalah ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

RAWATAN MURAI BATU SAAT MABUNG:

1. Kondisikan murai batu dalam suasana yang tenang, sementara jauhkan dulu dari suara suara bising terutama knalpot kendaraan bermotor dan suara mesin yang keras.

2. Krodong bisa di gunakan jika kita tidak memiliki tempat khusus, namun jika kita memiliki ruangan khusus dalam rumah yang sepi dari gangguan maka krodong boleh di gunakan setengah dan full saat malam saja.

3. Jaga kebersihan kurung, pakan dan minum serta kebersihan EF yang digunakan.

4. Hindari angin kencang, cuaca dingin, panas berlebih serta udara yang pengap dengan mengatur penggantangan dan penempatan burung.

5. Cukupi kebutuhan nutrisi dengan memperbanyak EF (jangkrik, belalang, Kroto dsb) pemberian konstan namun tidak berlebihan

6. Mandi dan jemur tetap dilakukan (mandi seminggu 1 sampai 2 kali saja) jangan dipaksakan biar burung mandi sendiri, penjemuran tiap hari tetap di lakukan namun intensitasnya dikurangi cukup jemur saat matahari pagi saja sekitar pkl. 6.30 - 7.30 dengan lama penjemuran 5 menit

7. Mandi beruguna untuk membersihkan kotoran yang ada pada bulu terutama sisa sisa zat lilin yang masih melekat sedangkan penjemuran untuk mencukupi kebutuhan akan vitamin D dan uga menghindari parasit yang biasanya menempel pada bulu burung.

8. Gunakan satu tangkringan saja agar burung tidak terlalu aktif bergerak

9. Bersihkan kurung dan ganti pakan dan minum setiap hari saat pagi hari sebelum penjemuran

10. Saat mabung adalah saat yang baik untuk memaster murai batu dengan suara burung lain dengan tetap mengatur penempatannya agar tidak saling lihat dulu.

11. Proses multing dari mulai rontok bulu pertama sampai tuntas pergantian bulu baru biasanya sekitar 3 bulan dengan tambahan waktu 1 sampai 2 bulan untuk proses pengeringan bulu baru.

YANG PERLU DIHINDARI SAAT PROSES MABUNG BERLANGSUNG:

1. Jangan pernah iseng menangkap murai batu saat proses mabung belum tuntas

2. Hindari menggantung di bawah asbes/seng yang bisa menghantarkan panas berlebih

3. Jauhkan dari hembusan angin terutama angin malam

4. Mengurangi EF sangat tidak di anjurkan dan mengkonsumsi vitamin berlebih juga kurang baik

5. Menumpuk kotoran dan selalu di krodong juga kurang baik, sesekali krodong di buka 1/4 bagian agar sirkulasi udara tetap terjaga namun murai batu tetap tenang

6. Jangan pernah iseng untuk memancing murai batu yang masih proses mabung untuk fight dengan murai batu lain

7. Jangan pernah memandikan burung dengan cara di semprot jika kita tidak pandai menggunakan dan mengatur cara penyemprotan yang benar. Kalaupun harus di semprot gunakan semprotan dengan cara di embunkan saja.

Demikian sedikit proses penanganan untuk murai batu saat dalam proses pergantian bulu (mabung/moulting) yang paling utama untuk dijaga adalah usahakan murai batu saat mabung dalam kondisi tenang, nyaman, kecukupan nutrisi dan proses pembelajaran dengan cara perbanyak materi masteran yang pas dengan karakter suara murai batu itu sendiri.***

Lakukan pemasteran:

Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

Selamat mencoba ..

( Copyright Omkicau )